Rabu, 13 Maret 2013

Praise and Worship 3


Memimpin Pujian
A. Sasaran Praktis
B. Memimpin seluruh kelompoik masuk dalam hadirat Allah sehingga mereka boleh memuji, menyembah, memberikan ucapan syukur dalam setiap kebaktian.

ALLAH MEMILIKI RENCANA DALAM SETIAP KEBAKTIAN
Persyaratan:
1. Memiliki hubungan yang terus menerus dengan Tuhan Yesus. Apa yang sedang Tuhan katakana kepadamu dan kepada gereja pada saat ini :
·         Baca Firman Allah
·         Fellowship
·         Doa dan Praise & Worship
·         Bersaksi
2. Jadilah penyembah. Penyembah merupakan pola hidup bukan hanya di gereja.
3. Perlu pengetahuan tentang Firman Allah; berdasarkan dan meluap dengan Firman Allah.
Kol 3:16-17
4. Mengerti, peka terhadap pergerakan Roh Kudus. Kita jangan sampai kehilangan ketaatan yang radikal pada Allah.
5. Memiliki hati seorang hamba yang yang siap melayani dan bukan perintah.Mrk 10:45
6. Mengasihi umat Allah.
7. Memiliki pewahyuan dan pengertian tentang kata penyembahan yang sesuai dengan Firman Allah.

C. Mengatur atau mangawasi para penyanyi dan pemain musik dalam pelayanan mereka kepada Tuhan dan di dalam gereja.Mengerti pelayanan mereka ( pelayanan musik ). Panggilan utama untuk musisi adalah menyebah Allah. Roma 11:36
Hal tersebut tidak bergantung pada kemampuan tapi tersedia ( available )
Syarat untuk musisi, penyanyi dan pemimpin pujian:
a. Sanctification – Kekudusan
b. Sensitivity – Kepekaan
c. Submission - Ketaatan, penaklukkan diri
d. Sprititual overflow - Kerohanian yang luber
e. Skill – Keahlian

Kekudusan
Dipisahkan dan dikhususkan untuk melayani Tuhan Yesus. Kita memang didunia ini tapi kita bukan dari dunia ini. Sensitivity ( kepekaan ) perlu dikembangkan.

Kesadaran akan rohani. Mendengar apa yang Tuhan sedang katakan. Mengerti pergerakan Roh Kudus. Fellowship dengan Allah - Kita harus mengembangkan fellowship dengan Allah.

Ketaaatan ( submission). Tunduk pada apa yang Allah mau – kepemimpinan. Roh yang mau diajar
§ Kesetiaan§ Kasih karunia dalam kepemimpinan§

kerohanian yang luber. Penuh dengan hal yang rohani : Firman Allah, sukacita - alirkan pada jemaat antusias untuk Memuji Allah dst.

Keahlian. Skill tidak jatuh dari langit tetapi perlu dilatih, disiplin, dan kerja keras. Ahli : Mengusahakan yang terbaik dari kemampampuan kita. Banyak latihan, setia, jangan malas.

Hal-hal praktis untuk musisi,penyanyi, dan lain-lain :
-          Sangat penting untuk datang lebih awal
-          Tune Instrument, bersiap mungkin untuk Tuhan pakai untuk bertempur
-          Berdoa sebelum mulai
-          Selalu bersedia untuk tunduk pada pemimpin\Tujuan kita adalah Yesus dan musik adalah urutan yang kedua. Kepekaan rohani dan
-           Kemampuan Musical.

2. Terlatih / ahli dalam berbagai music penyembahan. Perlu banyak latihan.
 Progesion, Antisipasi musical, Metode jenis Music.

3. Harus mengerti dasar music.
-          Tetap dalam tune ( jangan false )
-          Memulai lagu dengan picth yang tepatü
-          Beat harus dikuasai kapan mulai bernyanyiü
-          Cepat mengetahui lagu ketinggian ataub kerendahan range dari jemaat.

4. Jadilah pekerja keras yang terus menerus mau berkembang.

D. Mempersiapkan jemat untuk pelayanan Firman Tuhan

1) Sehati dengan pemimpin
2) Mengerti visi dan arah yang gereja telah terima
3) Mengetahui situasi atau keadaan rohani jemaat – relationship
4) Tunduk pada kepemimpinan


B. Hal-hal Praktis dalam memimpin pujian
1. Persiapan ---- spontanitas OK, tapi persiapan sangat penting. Ingat memimpin pujian merupakan bagian vital dari sebuah kebaktian/ibadah
-          Lihat lagu-lagunya (harus berhubungan) supaya mengalir
-          Kunci/accord perlu dikuasai dan dimengerti
-          Ketemu dengan tim multimedia (LCD)
2. Conducting/beat key& time signature 4/4 --- 2/4 ---- ¾ ----- 6/8 ---- etc
3. Hand signal perlu dimengerti /kesepakatan
4. Eyes contact perhatikan jemaat. (no ...!!!! lihat lamp u terus or tutup mata )
5. Jangan menyanyi lagu yang sama seperti munggu kemarin kecuali Allah memimpin untuk itu.
6. Ketahuialah kemampuan musisi yang mengiringi.
7. harus dapat mengajar orang laian bagaimana memimpin pujian lewat praktek yang dikerjakan.
8. Posisi tubuh secara physic:
-          Murah senyum, jangan tegang, harus bisa tertawa.
-          Sopan
-          Pakaian Rapi
-          Wanita & Pria
9. Jangan takut mengubah program kalau Allah minta mengubah.
10. Tehnik microphone harus baik.
11. Jadilah pemimpin yang kuat (memiliki otoritas)
12. Peka terhadap aliran Roh Kudus
-          Jangan takut diam/berdiam diri
-          Jangan membuat jemaat kelelahan
-          Antisipasi klimaks, izinkan Roh Kudus bergerak bebas.
13. Perlu menetapkan sasaran Pujian dan Penyembahan.
14. Kreatif dan Inofatif.
15. Butuh orang yang bertidak bukan penonton.
16. Harapkan Allah bergerak... JANGAN TAKUT
17. Pelaksanaan

1. Sebelum acara dimulai:
·         Datanglah sedikitnya 15 menit sebelum acara dimulai
·         Berpenampilan rapi (pakaian dan rambut)
·         Tanyakan kepada sie acara apakah ada perubahan acara.
·         Periksa kesiapan perlengkapan (mic dan standing mic)
·         Berdoalah bersama pembicara, pemusik dan sie acara


2. Memulai acara:
·         Acara dimulai harus tepat waktu
·         Memulai acara dengan tenang, beri salam yang ramah dan hangat
·         Mintalah hadirin mengisi bangku yang di depan terlebih dahulu

3. Sikap dan penampilan:
·         Bernyanyilah dengan percaya diri
·         Kepekaan dalam mengambil keputusan dengan tepat
·         Fleksibel dalam menghadapi kondisi darurat
·         Pertahankan konsentrasi
·         Bersikap komunikatif
·         Ketegasan namun penuh kasih dan hormat

C. Beberapa masalah yang sering timbul pada saat ibadah:
a. jemaat enggan untuk menyanyi
b. WL yang terlalu nervous dan tidak focus
c. team members tidak hafal lagu dan tidak ekspresif
d. terlalu focus pada jemaat bukan pada penyembahan itu sendiri atau sebaliknya
e. terlalu overestimate jemaat
f. berdiri terlalu lama dan menyembah terlalu lama
g. mengajar terlalu banyak lagu baru
h. terlalu banyak bicara (WL bukan pengkotbah)
i. tidak menyiapkan lirik lagu kepada jemaat (terutama jika WL menyanyikan lagu secara spontan)
j. terlalu banyak mengulang2 sebuah lagu (or vice versa)

D. Prinsip menjadi pemimpin pujian yang baik

1. Prinsip persiapan sebelum pelayanan:

A.  Persiapan rohani:
§  Mengucap syukur untuk anugerah pelayanan
§  Mengakui dosa dan menjaga relasi dengan Tuhan
§  Kesaksian hidup sehari-hari
§  Kepekaan akan kehendak Tuhan
§  § Mendoakan motivasi, persiapan dan jalannya acara

B. Persiapan mental:
§  Siap menghadapi orang banyak
§  Siap menghadapi lingkungan baru
§  Siap menghadapi situasi darurat

C. Persiapan fisik
§  Menjaga kesehatan
§  Kesegaran fisik agar penampilan baik

D. Persiapan teknis
§  Latihan dengan pemusik : minimal 2 kali
§  Konfirmasi waktu dan tempat persekutuan
§  Konfirmasi : tema, tujuan acara, bentuk acara, waktu yang tersedia
§  Konfirmasi : pembicara, moderator, pemusik dan pengisi acara


2. Prinsip pemilihan lagu
§  Pilih lagu yang sehat pengajarannya dan harmonis nadanya
§  Pilih lagu yang sesuai tema dan tujuan acara
§  Variatif : nada dan jenis lagu
§  Lagu harus dikuasai dan dihayati dengan benar

3. Prinsip Pengucapan
§  Tempo
§  Dinamika
§  Kejelasan pengucapan
§  Pemilihan kata-kata yang : tepat, ringkas, padat, dan jelas

4. Prinsip gerakan tubuh dan ekspresi
§  Gerakan tubuh yang tidak berlebihan
§  Hindari gerakan yang merupakan kebiasaan
§  Ekspresi yang menarik dan proporsional
§  Tatapan mata yang mantap
§  Posisi tubuh dalam sikap tegap dan pada tempat yang strategis

5. Prinsip praktis
§  Berikan kesan mantap dalam penampilan
§  Menguasai jemaat dan acara dengan baik
§  Membirama guna memudahkan dalam memimpin lagu
§  Perhatikan BM dan BB


JANGAN LAKUKAN:
1.      Terlalu banyak bicara (Song leader is not a preacher)
2.      Memilih lagu sembarangan
3.      Memakai sebuah lagu tanpa tujuan
4.      Memandang hanya ke satu arah saja
5.      Memakai pakaian yang menyolok, menyulitkan dan kurang rapi
SELESAI PELAYANAN, LAKUKAN EVALUASI: PRIBADI, DENGAN SIE ACARA ATAU SARAN, KRITIK DARI TEMAN.

E. Kelemahan-kelemahan seorang pemimpin pujian
Pemimpin pujian senior:
1. Kurang variasi dan kreatif
2. Mengandalkan kemampuan dan pengalam pribadi
3. Kurang menghargai persiapan
Pemimpin pujian yunior:
1. Gugup dan berbicara tidak jelas
2. Kurang berani menatap jemaat
3. Gerak-gerik gelisah (berkeringat dan tegang)
4. Terganggu catatan dan kaku
Pelaksanaan
1. Sebelum acara dimulai:
-          Datanglah sedikitnya 15 menit sebelum acara dimulai
-          Berpenampilan rapi (pakaian dan rambut)
-          Tanyakan kepada sie acara apakah ada perubahan acara.
-          Periksa kesiapan perlengkapan (mic dan standing mic)
-          Berdoalah bersama pembicara, pemusik dan sie acara
2. Memulai acara:
-          Acara dimulai harus tepat waktu
-          Memulai acara dengan tenang, beri salam yang ramah dan hangat
-          Mintalah hadirin mengisi bangku yang di depan terlebih dahulu
3. Sikap dan penampilan:
-          Bernyanyilah dengan percaya diri
-          Kepekaan dalam mengambil keputusan dengan tepat
-          Fleksibel dalam menghadapi kondisi darurat
-          Pertahankan konsentrasi
-          Bersikap komunikatif
-          Ketegasan namun penuh kasih dan hormat

Praise and Worship 2


II. DASAR PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Dasar Firman Tuhan :
Yohanes 4:23 “ Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah- penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”

A. Penyembahan yang berkenan bagi Allah
Prinsip dasarnya ialah menyembah dalam roh dan dalam kebenaran: Yohanes 4:23
a. Dalam Roh(Rm 8:26,27; Flp 3:3) :
-          Tulus: Mark 5:33
-          Segenap keberadaan kita: Luk 21:4; Rm 12:1
-          Merendahkan diri: Ez 8:21; Mat 15:21 21-28; Flp 2:5 5-8
-          Jujur, berterus-terang: Mat 16:15 15-17; Luk 18:8 8-10

Kita harus menjadi penyembah di dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24). Apa dan bagaimana menyembah di dalam roh itu ….? Menyembah di dalam roh berarti adanya hubungan roh kita dengan Roh Bapa (bersatu), sehingga penyembahan itu menjadi suatu komunikasi antara roh kita dengan Roh Bapa di surga. Sedangkan “di dalam roh” artinya menyembah dari dalam hati dan bukan dari mulut dan bibir saja (Mat. 15:8-9). Kita harus menyembah Tuhan dengan sepenuh hati, jangan menjadi orang munafik yang bisa mengangkat tangan dan menari, tetapi mempunyai motivasi yang salah. Misalnya memiliki motivasi supaya orang melihat mereka sebagai orang yang rohani padahal hatinya jauh dari Bapa. Oleh sebab itu kita harus benar-benar mengoreksi motivasi kita dalam menyembah dan menuruti kehendak-Nya, bukan kehendak kita. Kita harus membiarkan Roh Tuhan berdiam dalam hidup kita, sehingga apapun yang kita lakukan akan mencerminkan hidup Kristus.

Penyembah yang benar harus didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan.
Banyak orang yang menyembah dengan tulus, tetapi memiliki konsep yang salah. Mereka memiliki gambaran tentang Allah menurut pemikirannya sendiri. Dan sebagai akibat yang paling ekstrem adalah munculah penyembahan terhadap berhala-berhala. Apakah akibat dari penyembahan yang salah konsep untuk masa depan? Penyembahan yang melibatkan emosi dan ekspresi yang salah.


b. Dalam kebenaran = dalam ajaran Tuhan Yesus (Yoh 14:6) 6):

-          Mengakui segala dosa: Luk 18:9 9-14; Maz 51:1,2
-          Mohon ampun segala dosa: Luk 7:36 36-50; 1 Yoh 1:9
-          Menjalankan Firman Allah: Yoh 14:15; Mat 7:21 21-23
-          Tetap setia kepada Allah : Luk 12:36 36-48
-          Dalam Nama Tuhan Yesus:Kol 3:17


Menyembah dalam kebenaran, artinya (Kol 2:20-32) kita harus mengerti maunya Bapa. Bagaimana caranya…? Ya, belajar Firman Tuhan. Firman Tuhan itu adalah surat cinta dan isi hati-Nya. Kita harus mengerti firman-Nya dan merenungkannya siang dan malam (Maz. 1:2 ; Yos. 1:8), karena pada saat kita mengetahui akan firman-Nya, kita tahu bahwa firman itulah yang akan membebaskan dan memerdekakan kita. Segala sesuatu yang ada di dunia ini bisa berakhir, tetapi Firman Tuhan itu kekal dan hidup. Oleh karena itu jangan pandang remeh Firman Tuhan. (Yoh. 8:32). Kebenaran akan memerdekakan kita, makanya kita harus memelihara kebenaran dalam hidup karena Allah adalah Allah yang Mahatahu dan tidak ada yang dapat menyembunyikan suatu hal apapun dari-Nya. Dalam menyembah, kita harus menyembah Dia dengan kebenaran hidup (jujurlah terhadap Tuhan, terhadap diri sendiri dan orang lain) sehingga saat kita menyembah, kita akan masuk dalam hadirat-Nya. Saat menyembah, kita ini seperti orang yang telanjang dihadapan Tuhan, terbuka dan membiarkan Dia untuk menjubahi kita dengan hadirat-Nya dan dengan pakaian kemuliaan-Nya. Kita harus hidup dengan integritas yang mana tidak perlu ada yang disembunyikan dan dibuktikan. Jadi hiduplah dengan apa adanya dalam diri kita dan biarlah Tuhan yang bekerja dan setujulah dengan dirimu.

Tuhan adalah roh. Maka kita harus menyembah-Nya dalam roh juga. Yaitu dengan cara roh kita meresponi Tuhan dengan segenap hati. Kita perlu menyembah Tuhan dengan inovatif supaya tidak hanya asal-asalan dalam menyembah Tuhan, tetapi kita menyembah dengan sepenuh hati. Ciptakanlah keintiman bersama Tuhan. Paksa diri kita untuk membangkitkan semangat selama memuji Tuhan. Keintiman dengan Tuhan jauh lebih penting dari pada profetik (pengalaman-pangalaman karunia rohani). Karena karunia itu diberikan, bukan dicari, sedangkan keintiman akan menciptakan produktifitas. Saudaraku, marilah kita memperbaiki pujian dan penyembahan kita di hadapan Tuhan.



B. ISTILAH-ISTILAH DAN KAMUS DALAM PUJIAN & PENYEMBAHAN
BARAK (Ibrani) Kata dasar : Barak-lutut/berkat. Kata ini dipergunakan untuk:
1. menyanjung, memberi hormat, memberkati.
2. memuji, merayakan, memuja.
3. mengakui Allah sebagai sumber berkat.
4. mengakui Allah sebagi sumber kuasa.

Bentuk pujian ini menyatakan suatu sikap penghormatan dan keheningan di hadapan Allah. Tidak ada pernyataan dalam kata ini tentang ekspresi vokal ataupun ucapan. Dasar Alkitab: Mazmur 103:1-2, Mazmur 103:20-23.

SHABACH (Ibrani). Shabach berasal dari akar kata yang berarti berseru dengan suara keras. Kata ini dipergunakan untuk:
1. sorak kemenangan
2. memuji, memuliakan, memegahkan
3. berseru tentang kemuliaan, kuasa, kemurahan dan kasih Allah
4. bermegah dalam Tuhan

Tetapkan pujian ini ada dalam roh kita, keluarkan lewat mulut, proklamasikan pujian ini. Dengan
demikian pujian ini merupakan pekik kemenangan dan kejayaan Tuhan kita. Dasar Alkitab : Mazmur 47:2, Mazmur 63:4, Mazmur 89:16, Mazmur 117:1, Yesaya 12:6

TOWDAH (Ibrani). Kata Dasar : Toda – Korban syukur yang dinaikkan oleh orang-orang Israel. Kata ini diturunkan dari Yadah, yang berhubungan dengan penggunaan tangan sebagai ungkapan
pengakuan, pemujaan dan pengorbanan. Kata ini dipergunakan untuk :
1. mengucap syukur
2. menaikkan korban pujian sebagai tindakan iman
3. memberikan pengakuan
Bentuk pujian ini harus dinaikkan dengan sukacita walaupun situasi dan kondisi tidak mengajak
untuk bersukacita. Yang penting adalah kita mau melakukannya! Dasar Alkitab :
Mazmur 42:5, Mazmur 50:23, Mazmur 69:31-32, Mazmur 100:4, Mazmur 107:22, Yesaya 51:3,
II Tawarikh 29:31


HALAL
(Ibrani). Kata dasar : Halal – menjadi bersih, menjadi cemerlang, bersinar. Kata ini dipergunakan untuk:
1. menyanjung, membanggakan
2. merayakan dengan penuh sukacita, semangat yang menyala-nyala
3. memasyurkan, mengagungkan

Bentuk pujian ini harus dipersembahkan dalam suatu sikap kegirangan dan kesukacitaan. Diekspresikan dalam : ucapan (Yeremia 31:7), nyanyian (Mazmur 69:31), tari-tarian (Mazmur 149:3), alat musik. Penekanan bentuk pujian ini adalah pada pembanggaan terhadap suatu obyek.
Dasar Alkitab : Mazmur 18:4, Mazmur 22:23 , Mazmur 44:9, Mazmur 69:35, Mazmur 102:19, Mazmur 149:3, Mazmur 150, I Tawarikh 25:1,3, II Tawarikh 20:21.

Halal dan Yadah erat berkaitan dalam Alkitab seringkali dilakukan bersamaan secara otomatis. Kata Halal ini paling sering digunakan untuk kata puji-pujian dalam Alkitab. Kata tersebut berasal dari bentuk perintah “Haleluya” yang berarti “Pujilah Tuhan dengan kemegahan dan penuh sukacita serta memasyurkan Dia dengan suara nyaring”.

ZAMAR (Ibrani). Kata Dasar : Zamar – memainkan suatu alat musik, menyentuh dengan jari-jari bagian suatu alat musik, menyanyi dengan diiringi alat musik (khususnya memetik / membunyikan alat music yang berdawai).
Kata ini dipergunakan untuk :
1. bernyanyi, memuji
2. memainkan alat music
3. ekspresi yang penuh sukacita dengan music
4. merayakan dengan nyanyian dan music

Biasanya Zamar juga diterjemahkan dengan kata Mazmur. Mazmur dalam bahasa Yunani ditulis PSALMOS / PSALLO yang artinya sama dengan Zamar.

Dasar Alkitab : Mazmur 30:5, Mazmur 33:2-3, Mazmur 47:6-7, Mazmur 57:8-9, Mazmur 68:4-5, Mazmur 98:5, Mazmur 144:9, Mazmur 147:7, Mazmur 149:3.

TEHILLAH (Ibrani). Berasal dari kata dasar Halal – menyanyikan halal.

Artinya pujian pengagungan, pemujaan, nyanyian kemuliaan. Tehillah adalah nama Ibrani untuk
kitab Mazmur (Pujian) Mazmur adalah Pujian spontan yang diilhami oleh Roh Kudus, dicatat
secara permanen di dalam Alkitab.

Kata ini dipergunakan untuk :
1. Menyanjung
2. bernyanyi dengan penuh semangat
3. Bermazmur
4. merayakan dengan pujian

Bentuk pujian ini berbeda dengan bentuk pujian yang lain. Dalam bentuk pujian yang lain, kita memerlukan iman, sedangkan untuk bentuk pujian ini Allah telah menanggapi iman kita. Tehillah adalah klimaks pujian kita, dimana kita masuk dalam kemuliaan Allah secara langsung dan tidak ada hal lain yang dapat kita lakukan kecuali rasa takut, gentar, kagum, dan hormat kita dalam menyembah, memuja, meninggikan dan memuliakan Dia Raja di atas segala raja (Wahyu 4:5, Yehezkiel 1, Yesaya 6).
Dasar Alkitab : Mazmur 22:4, Mazmur 33:1, Mazmur 40:3, Mazmur 48:11, Mazmur 66:2, II Tawarikh 20:22.

YADAH (Ibrani). Asal kata: Yadah – menggunakan tangan. Kata ini dipergunakan untuk :
1. pengakuan dengan mengangkat tangan
2. menyembah dengan mengangkat tangan
3. bersyukur dengan mengangkat tangan

Penekanan pada bentuk pujian ini adalah pada pengakuan dan pernyataan terhadap suatu fakta (sifat dan pekerjaan Allah). Mengungkapkan suatu tindakan, pujian yang keluar dari dalam hati dengan ekspresi mengangkat tangan kepada Allah.

Dimana kita mengangkat tangan?
Di hadapan orang lain (Mazmur 35:18)
Di dalam rumah Tuhan (Mazmur 122:4)
Di antara bangsa-bangsa (II Samuel 22:50, Mazmur 18:50)
Dasar Alkitab : Mazmur 9:2, Mazmur 18:50, Mazmur 28:7, Mazmur 42:5, Mazmur 43:4, Mazmur 108:4, Mazmur 111:1, II Tawarikh 20:21.
Bagaimana kita memuji Tuhan dan mengapa?
Pujian dan penyembahan adalah bagian dari kehidupan seorang Kristen di samping doa dan pendalaman Firman yang senantiasa disertai oleh pengucapan syukur kepada Tuhan Allah.
Beberapa hal yang Alkitab ajarkan tentang mengapa dan bagaimana kita memuji dan menyembah Tuhan dengan nyanyian, musik, gerak tubuh dan sebagainya:



Mengapa kita menyanyi?
Maz 100:4 : Masuklah melalui pintu gerbangnya, dengan NYANYIAN SYUKUR, ke dalam pelataranNya dengan PUJI-PUJIAN, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah NamaNya! 1 Kor 14:15b; Kel 15:1-18; Hak 5:1-31; Ef 5:19

Mengapa kita bersorak-sorai?
Maz 32:11: Bersukacitalah dalam Tuhan dan BERSORAK-SORAKLAH, hai orang-orang benar;
BERSORAK-SORAILAH hai orang-orang jujur! Maz 27:6; Maz 35:27; Ef 5:19; Maz 47:2; Maz 98:4.

Mengapa kita berdoa dan menyanyi dengan roh dan akal budi?
1 Kor 14:15b : Aku akan berdoa dengan ROHKU, tetapi aku akan berdoa juga dengan AKAL
BUDIKU; aku akan menyanyi dan memuji dengan ROHKU, tetapi aku akan menyanyi dan
memuji juga dengan AKAL BUDIKU.

Mengapa kita bertepuk tangan?
Maz 47:2 : Hai segala bangsa, BERTEPUK-TANGANLAH, elu-elukanlah Allah dengan sorak-
sorai! Maz 98:8; Yes 55:12.

Mengapa kita mengangkat tangan?
Maz 63:5 : Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan MENAIKKAN
TANGANKU demi NamaMu. Maz 134:2; Maz 141:2.

Mengapa kita menari?
Maz 149:3 : Biarlah mereka meuji-muji NamaNya dengan TARI-TARIAN, biarlah mereka
bermazmur kepadaNya dengan rebana dan kecapi! Maz 30:12; Maz 150:4.

Mengapa kita berdiri?
2 Taw 20:19 : Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah BANGKIT BERDIRI
untuk menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. Wah 7:9-10.

Mengapa kita berlutut?
Maz 95:6 : Masuklah, marilah kita sujud menyembah, BERLUTUT di hadapan Tuhan yang
menjadikan kita. Luk 22:41; Ef 3:14

Mengapa kita bermazmur?
Ef 5:18b-19 : Tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada
yang lain dalam MAZMUR, dan kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyilah dan
bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Maz 27:6b; Maz 47:7; Maz 98:1

Mengapa kita memakai berbagai alat musik?
Maz 150:3-5 : Pujilah Dia dengan tiupan SANGKAKALA, pujilah Dia dengan GAMBUS dan KECAPI! Pujilah Dia dengan REBANA dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan KECAPI
dan SERULING! Pujilah Dia dengan CERACAP yang berdenting, pujilah Dia dengan  CERACAP yang berdentang.
Unsur-unsur Dalam Pujian dan Penyembahan
Pujian dan penyembahan tidak hanya sekedar sebagai sambilan sembari manunggu atau mengulur waktu dalam sebuah ibadah. Paulus dan Silas pernah memuji Tuhan dalam keadaan yang memprihatinkan di penjara. Dan kehadiran Tuhan begitu dasyat pada waktu itu. Ada kuasa dalam pujian dan penyembahan. Bisa juga sebaliknya jika memiliki sikap yang salah (tidak hormat, silang tangan, pikiran tidak fokus, dll). Orang-orang yang demikian mengalami kerugian dan bahaya.
Unsur dalam Pujian :
P : Proclaim : Memproklamasikan karakter dan keberadaan-Nya.
R : Rejoice : Bersukacita dan bergembira, karena hati yang senang adalah obat.
A : Applause :Bertepuk tangan. Kita bertepuk tangan sebagai ungkapan kekaguman kita kepada  Tuhan.
I : Intimacy :Keintiman dengan Tuhan.Ada 2 jenis keintiman di dunia, yaitu keintiman antara
orang tua dengan anak dan suami dengan istri. Keintiman suami dengan istri bisa hilang
saat ada kecurigaan. Kita akan sulit intim dengan Tuhan saat kita masih menaruh curiga terhadap Tuhan. Orang-orang yang boleh naik ke gunung Kudus-Nya adalah orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya.
S : Shout : Bersorak-sorai bagi Tuhan.
E : Expression : Mengekspresikan pujian kita pada Tuhan lewat wajah kita.
Saudaraku, janganlah kita hanya mau mendengar tentang kuasa Tuhan, tetapi kecaplah dan lihatlah sendiri. Alami sendiri bersama dengan Tuhan. Janganlah kita memuji Tuhan bergantung pada mood kita. Orang-orang yang hidup dengan "mood-moodan" adalah orang yang kalah dengan jiwanya. Kita adalah orang-orang yang punya kuasa atas jiwa kita!!. Kita adalah pemuji di hadapan Tuhan. Kita bukan seorang penyanyi yang harus memiliki banyak persyaratan, teknik, yang tidak memikirkan dampak dari apa yang dinyanyikannya. Kita adalah seorang pemuji yang menyanyikan sesuatu yang dialami serta memikirkan dampaknya. Tuhan membuat perbedaan dalam hidup orang percaya, yaitu ketika Roh Allah ada dalam hidupnya dan membuat kita berani menghadapi kenyataan. Oleh karena itu, jangan berikan yang setengah-setengah bagi Tuhan, karena Ia memberi yang terbaik bagi kita. Tuhan tidak mencari kualitas suara, tapi kualitas hati.
Unsur dalam Penyembahan :
W : Wait upon the Lord : Menantikan Tuhan.
O : Offer our life to Him : Hidup kita adalah milik-Nya, yang harus kita berikan adalah cita-cita, ambisi, keinginan-keinginan pribadi kita.
R : Rest in His presence :Beristirahat dalam hadirat-Nya.
S : Sing a new song unto The Lord :Bermazmur bagi-Nya.
H : Humble before Him :Setuju dengan Tuhan dan tidak protes terhadap kedaulatan-Nya.
I : Intimacy :Hubungan pribadi dengan Tuhan. Keintiman kita dengan Tuhan tidak harus selalu
dengan kata-kata.
P : Pleasing Him :Menyenangkan hati-Nya. Berikan hak, ambisi dan cita-citamu kepada Tuhan.

PERANAN MUSIK DALAM PUJIAN DAN PENYEMBAHAN
Walaupun tidak selalu menggunakan musik saat memuji dan menyembah Tuhan, namun musik memiliki peranan yang besar dalam pujian dan penyembahan. Tahukah Saudara bahwa Tuhan menyukai musik? Dahulu kala, sebelum Iblis berkuasa di bumi, Iblis menjadi malaikat pemimpin musik dan penyembahan di surga. Ia bernama Lucifer. Namun, karena keangkuhannya, ia dibuang oleh Allah ke bumi dan menjadi penguasa kerajaan kegelapan (lihat Yesaya 14:11-21).
Saat Salomo mentahbiskan Bait Suci di Yerusalem, ia menggunakan musik yang lengkap dan musisi-musisi handal (lihat 2 Tawarikh 7:6). Pada saat Hizkia kembali kepada ke jalan Tuhan, ia pun membentuk tim musik dan penyembahan untuk mengagungkan Tuhan (lihat 2 Tawarikh 29:25-28). Di dalam hal ini, jelaslah bahwa musik ilahi penting bagi sebuah pembaharuan rohani.
Musik, di dalam pujian dan penyembahan juga memiliki kuasa untuk mematahkan kuasa kegelapan (lihat Yosua 6:2-5). Di kitab Yosua dikisahkan bahwa setelah meniup sangkakala sambil mengelilingi tembok Yerikho, maka tembok itu hancur. Selain itu, musik juga mendatangkan kesembuhan atau pemulihan (lihat I Samuel 16:14-16). Di kitab Samuel ini dikisahkan bahwa ketika Saul kerasukan setan, maka Daud memainkan kecapi buat dia. Permainan kecapi Daud membuat Saul disembuhkan/dipulihkan dari kerasukan itu.